
Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gambut di Kabupaten Bengkalis, Riau. Hingga Rabu (26/8/2026), Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mencatat luas area yang terbakar telah mencapai 120 hektare.
“Titik api terbesar berada di Kecamatan Rupat dan Siak Kecil. Kondisi tanah gambut yang kering disertai angin kencang membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dalam keterangannya, Rabu (26/8).
Untuk menanggulangi meluasnya kobaran api, sebanyak 250 personel gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat peduli api diterjunkan ke lokasi. Selain pemadaman darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluncurkan 2 unit helikopter water bombing yang telah menjatuhkan lebih dari 80.000 liter air sejak pagi hari.
Hingga saat ini, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya masih berada pada kategori ‘Sedang’ dengan nilai PM2.5 di angka 65 µg/m³. Petugas terus melakukan sekat bakar untuk mencegah api merambat ke kawasan pemukiman warga.
