
Kupang – Pemerintah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari pascadiguncang gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang terjadi awal pekan ini.
Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD NTT per Rabu (26/8/2026), tercatat sebanyak 1.240 jiwa masih bertahan di posko-posko pengungsian karena rumah mereka rusak berat.
“Kerusakan mencakup 185 unit rumah rusak berat, 310 unit rusak ringan, serta 4 fasilitas pendidikan dan 2 ibadah terdampak,” kata Kepala BPBD NTT saat dikonfirmasi, Rabu.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB menyampaikan bahwa bantuan logistik berupa 2.000 paket sembako, 500 tenda pengungsi, serta fasilitas sanitasi darurat telah disalurkan melalui jalur laut. Tim medis gabungan juga diturunkan untuk menangani 45 warga yang mengalami luka-luka serta memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di pengungsian.
