Gelombang Unjuk Rasa di Jawa Tengah Agustus 2026, Ribuan Mahasiswa dan Warga Turun ke Jalan

SEMARANG — Gelombang aksi unjuk rasa mewarnai sejumlah wilayah di Jawa Tengah sepanjang akhir Agustus 2026. Puncak aksi berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, ketika ribuan mahasiswa dari 11 perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya memadati kawasan Tugu Muda, Kota Semarang. Selain di ibu kota provinsi, elemen masyarakat di daerah seperti Kabupaten Pati juga menggelar aksi unjuk rasa menyuarakan reformasi hukum dan ekonomi. Aksi bertajuk “Menuju Pembebasan Nasional” di Kota Semarang diwarnai penjagaan ketat dari aparat kepolisian sebelum massa akhirnya berhasil mencapai pusat titik aksi.

  1. Pengadangan di Jalan Pemuda
    Sekitar 1.600 personel gabungan dari Polwan negosiator, Pengendali Massa (Dalmas), Samapta, hingga Korps Brimob menyiagakan barikade di Jalan Pemuda, tepat di depan kawasan Lawang Sewu, guna mencegah penutupan total akses jalan utama.
  2. Aksi Saling Dorong
    Ketegangan sempat pecah sekitar pukul 16.30 WIB ketika massa mahasiswa mendesak untuk menerobos barikade petugas. Aksi saling dorong terjadi di garis depan pengamanan selama beberapa saat.
  3. Negosiasi dan Penaburan Bunga
    Setelah dilakukan proses dialog sekitar pukul 17.30 WIB, barikade polisi akhirnya dibuka. Massa diperbolehkan bergerak mengitari Bundaran Tugu Muda dan melanjutkan orasi di depan Museum Mandala Bhakti. Aksi diakhiri dengan aksi simbolis penaburan bunga di kawasan sejarah tersebut.
Tuntutan Unjuk Rasa
  • Evaluasi total terhadap program belanja dan kebijakan publik, keterjangkauan harga kebutuhan pokok, penegakan reforma agraria sejati, penguatan otonomi daerah, serta pencegahan pemusatan kekuasaan.
  • Pada Kamis, 27 Agustus 2026, massa dari Pati menyuarakan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan penjatuhan hukuman berat bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Jajaran Polda Jawa Tengah mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berlangsung aman dan kondusif. Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda menyampaikan bahwa kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif agar hak berdemokrasi mahasiswa dan warga dapat terfasilitasi tanpa mengorbankan kenyamanan publik.

Setelah penyampaian aspirasi selesai, massa membubarkan diri secara tertib menjelang malam hari dan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda kembali lancar. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap menyaring informasi di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top