
BATAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluarkan imbauan kewaspadaan kesehatan masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah Kepri. Kabut asap kiriman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan telah memicu penurunan kualitas udara hingga kategori “Sangat Tidak Sehat” dan berdampak langsung pada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau rata-rata telah berada di atas angka 101. Kota Batam mencatatkan tingkat polusi udara tertinggi dengan nilai ISPU mencapai 171, mendekati ambang batas 200 yang masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.
Kondisi udara yang memburuk tersebut secara signifikan memengaruhi tren kesehatan masyarakat setempat. Data Dinkes Provinsi Kepri mencatat akumulasi kenaikan 600 kasus ISPA dalam kurun waktu tiga minggu terakhir (akhir Agustus hingga pertengahan September 2026). Angka penderita yang semula tercatat sebanyak 3.000 kasus mengalami peningkatan bertahap menjadi 3.400 kasus, hingga mencapai 3.600 kasus pada pekan ini.
“Seluruh kabupaten/kota kondisi ISPU-nya sudah di atas 101. Yang paling parah memang di Kota Batam dengan skor 171, ini sudah masuk kategori sangat tidak sehat,” ujar Mohammad Bisri, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. “Dalam tiga minggu terakhir tercatat kenaikan 600 kasus ISPA. Kualitas udara saat ini terbukti berisiko tinggi terhadap kesehatan respirasi masyarakat.”
Menanggapi situasi darurat polusi udara ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan dan protokol kesehatan sebagai berikut:
- Kelompok rentan seperti anak-anak (khususnya usia PAUD/TK), lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit bawaan riwayat pernapasan diimbau untuk menghentikan atau membatasi aktivitas di luar ruangan.
- Pihak sekolah diimbau meniadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas demi melindungi murid dari paparan kabut asap.
- Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan untuk selalu menggunakan masker dengan ketebalan yang memadai (masker medis/N95).
- Masyarakat yang mengalami gejala peradangan saluran pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau tenggorokan kering diimbau segera berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dinkes Provinsi Kepri bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan indikator kualitas udara dan menyiapkan fasilitas kesehatan daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien lebih lanjut.
